Setjen Wantannas Mengikuti Kegiatan Indonesia Cyber Security Summit 2017
27/11/2017
Setjen Wantannas Mengikuti Kegiatan Indonesia Cyber Security Summit 2017

Pada hari Jumat, 24 Nopember 2017 diselenggarakan kegiatan Indonesia Cyber Security Summit (ISCC) 2017 yang bertempat di The Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jl.Jend. Sudirman Kav.58, Jakarta Selatan. Kegiatan yang digagas oleh Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) tersebut membahas mengenai isu-isu keamanan siber ditengah-tengah dinamika perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang demikian pesat.

Pertemuan tersebut mengambil tema Manajemen Risiko Siber : Antisipasi, Pencegahan dan Mitigasi (Cyber Risk Management : Anticipate – Prevent – Mitigate). Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) sendiri merupakan organisasi professional non-profit untuk memberikan solusi dan kesadaran mengenai keamanan siber dan ketahanan siber melalui kerjasama dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) juga menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kewaspadaan tentang keamanan siber.

Hadir pada kesempatan tersebut para akademisi dan professional, para praktisi IT, para akademisi dan para birokrat. Setjen Wantannas diwakili oleh Kepala Biro Persidangan, Sistem Informasi, dan Pengawasan Internal (Kepala Biro PSP), Brigjen TNI Isaac Marcus P beserta staf.

Ardi Suteja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum dalam sambutannya menyampaikan tentang hasil survey Global Digital Snapshot yang merilis laporan bahwa saat ini terdapat 7,4 milyar populasi dunia dengan 3,7 milyar pengguna internet. Sebanyak 4,9 milyar adalah pengguna handphone, dan sebanyak 2,5 milyar aktif menggunakan sosial media melalui handphone. Di Indonesia sendiri dari total populasi sebanyak 256 juta terdapat 132,7 juta pengguna internet di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 75,8% pengguna berada pada kisaran umur 25-34 tahun.

Masih menurut Ardi Suteja, Merchant Risk Council merilis sebuah survey mengenai 10 negara dengan tingkat kerentanan terbesar terkait serangan siber yang menempatkan Indonesia pada posisi 5 dibawah Pakistan, Rumania, Nigeria dan Yugoslavia pada perangkat pertama.

Di akhir sambutannya Ardi Suteja menjelaskan bahwa setidaknya terdapat empat budaya keamanan yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko keamanan siber yaitu : 1) Budaya antisipasi dan pencegahan;  2) Budaya keamanan dan keselamatan; 3) Budaya kolaborasi dan koordinasi, dan 4) Budaya saling menghormati.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 80
  • Kemarin 108
  • Minggu 317
  • Bulan 1804
  • Semua 80526
Saat ini ada 115 pengunjung website