Rombongan Tim Kajida Setjen Wantannas Kunjungi PT SMS, Okupasi HGU Diharapkan Lahirkan Solusi Menguntungkan
09/11/2017
Rombongan Tim Kajida Setjen Wantannas Kunjungi PT SMS, Okupasi HGU Diharapkan Lahirkan Solusi Menguntungkan

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Letjen TNI Nugroho Widyotomo mengapresiasi Provinsi NTB yang sangat potensial secara nasional dengan produk jagung, gula dan potensi lainnya. Namun pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) dengan hak guna usaha (HGU) seluas 5 ribu ha lebih, setengahnya masih dikuasai warga.

“Dengan jagung sudah meningkatkan kesejahteraan dan tantangan bagi tebu ini, bagaimana supaya masyarakat dari HGU SMS ini untuk bisa mendapatkan haknya, tapi masyarakat bagaimana tetap mempunyai peluang kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Letjen TNI Nugroho Widyotomo kepada wartawan usai mengunjungi pabrik gula PT SMS di Pekat, Rabu, 8 November 2017 kemarin.

Penggantian lahan dengan membuka lahan baru untuk warga yang terlanjur menduduki lahan HGU PT SMS, Nugroho mengatakan, otoritas ada di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengeluarkan izin.

“Kita mencoba untuk menkomunikasikan sehingga cepat terealisir, supaya masyarakat yang sekarang ini masih menduduki dan berada di HGU (PT SMS) berkesempatan (mengelola lahan pengganti-red),” katanya.

Namun Jenderal bintang tiga ini menitipkan pesan kepada Bupati agar pengelolaan lahan di daerah tetap memperhatikan RTRW yang jelas. Jangan sampai kawasan hutan juga dirambah warga untuk kepentingan bercocok tanam dan itu sangat membahayakan.

“Saya juga titip kepada Bupati. Jagung bagus, tapi jangan melupakan untuk kedepannya. Artinya, lingkungan hidup untuk kawasannya, RTRW yang jelas. Mana yang daerah hutan, mana yang daerah pertanian, jangan sampai dijadikan kebun semua. Itu sangat membahayakan,” ingatnya.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin yang ikut mendampingi rombongan Sekjen Wantannas mengaku sudah menyampaikan beberapa fakta dan masalah terkait jagung dan tebu. Termasuk juga soal pendudukan lahan HGU oleh warga sehingga tidak bisa digunakan perusahaan untuk mengembangkan tanaman tebunya.

“Saya kira Dewan ini berada langsung di bawah kendali Presiden. Beliau akan melaporkannya ke presiden. Beberapa fakta yang sudah saya sampaikan tadi, beberapa masalah yang saya laporkan tadi, bisa segera dirumuskan solusinya supaya di tahun – tahun akan datang kita bisa mendapatkan hasil dari kunjungan ini,” ungkapnya.

Salah seorang Direksi PT SMS, M. Ade Kurniawan mengaku, sangat senang atas kunjungan Dewan Ketahanan Nasional dan salah satu konsennya adalah ketahanan pangan. Begitu juga dengan kehadiran Muspida Kabupaten Dompu bersama Wantannas. Artinya, konsen terhadap pembangunan gula dan tebu sudah dilihat oleh semua pihak.

“Kedepan seluruh stake holders dari industri ini bisa berpegangan tangan, saling tolong menolong, saling membantu. TNI – Polri – Pemerintah Daerah dan lain – lain untuk kemajuan bersama,” katanya.

Terhadap HGU PT SMS yang masih dikuasai warga, Ade Kurniawan mengaku, pihaknya menunggu arahan dari Bupati untuk relokasi di hutan yang sedang diuruskan izinnya bagi warga. Karena perluasan area tanaman tebu perusahaan pada lahan HGU. Pengembangan tebu juga dilakukan dengan sistem kemitraan mandiri, kerjasama koperasi, maupun bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami, 20 ribu hektare dalam 5 tahun kedepan bisa terealisasi di sini (Dompu),” ungkapnya.

Menjadi pekerjaan rumah bersama dalam pengembangan tebu di Dompu, kata Ade, terkait peningkatan produktivitas tebu per ha di masing-masing petani. Semakin tinggi produktifitas tebu petani, maka semakin tinggi keuntungannya. “Saya pikir, tingkat kepuasan petani sangat baik terhadap tebu ini,” jelasnya. [Sumber : www.suarantb.com]

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 121
  • Kemarin 214
  • Minggu 1209
  • Bulan 3250
  • Semua 76802
Saat ini ada 99 pengunjung website