Minim Investasi Sektor Pertanian
08/11/2017
Minim Investasi Sektor Pertanian

Setjen Wantannas mempertanyakan masih belum banyaknya investor yang menanamkan investasi pada sektor pertanian di NTB. Pemerintah pusat menjadikan NTB menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Sekretaris Jenderal Wantannas, Letjen TNI Nugroho Widyotomo menyatakan kedatangan lembaga yang berada dibawah Presiden ini untuk mendapatkan masukan dari daerah. Tugas Wantannas adalah membuat rancangan dan merumuskan kebijakan terkait dengan ketahanan nasional. “Ini kita mendapatkan masukan-masukan sehingga kita mendapatkan saran dan kebijakan yang tepat khususnya yang terkait dengan ketahanan nasional lebih khusus lagi ketahanan pangan,” katanya dikonfirmasi usai pertemuan di ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, selasa (7/11/17).

Ia menyatakan NTB sudah diketahui secara nasional termasuk daerah dengan ketahanan pangan yang cukup baik. Menurutnya predikat ini harus terus dipertahankan. Supaya masing-masing daerah dapat berswasembada pangan di wilayahnya. Sehingga akan berkontribusi bagi swasembada pangan secara nasional.

“Tidak ada istilah kita mengimpor hanya untuk urusan pangan, permasalahan di negara kita bagaimana mengurangi impor. NTB menjadi salah satu tumpuan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan. Entah itu jagung, peternakan termasuk juga untuk meningkatkan itu dibutuhkan SDM, investor,” katanya.

Terpisah, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D mengakui memang tidak mudah mengundang investor berinvestasi di sektor pertanian. Pasalnya, investasinya dan break even point (BEP) relatif lama. “Risikonya juga tinggi. Itulah sebabnya tidak mudah mendatangkan investor lain untuk pertanian.” Kata Sekda.

Meskipun belum banyak investor yang berinvestasi di sektor pertanian, kata Sekda, namun patut bersyukur saat ini sudah ada PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang membangun pabrik gula di Dompu. Menurutnya untuk mewujudkan investasi tersebut sampai operasional butuh perjuangan yang cukup lama.

Selain PT. SMS kata Sekda, sebenarnya ada salah satu BUMN yakni PT. Sang Hyang Seri yang akan membangun pabrik benih. Investor tersebut membutuhkan lahan dan meminta supaya ada lahan milik Pemda yang dihibahkan.  Namun, kata Sekda, proses pemberian hibah kepada swasta atau BUMN butuh waktu yang lama, yakni harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. “Itu yang menjadi masalah. Mudah-mudahan bisa jalan,” harapnya. [Sumber : Suara NTB]

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 121
  • Kemarin 214
  • Minggu 1209
  • Bulan 3250
  • Semua 76802
Saat ini ada 100 pengunjung website