Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Malware/Ransomware Wannacry
31/05/2017
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Malware/Ransomware Wannacry

Virus Malware/Ransomware jenis WannaCry telah menjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia. Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting).

Setjen Wantannas mengadakan sharing knowledge untuk pencegahan dan penanganan malware/ransomware wannacry, Senin 22 Mei 2017, Pkl. 13.30 WIB, di ruang Situation Room gedung B lantai 5 Setjen Wantannas. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota bagian Sisfo Biro PSP beserta stafnya dan juga dari perwakilan masing-masing kedeputian dan kebiroan di lingkungan Setjen Wantannas.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Letkol Chb Asep Rudiantono sebagai Kabag Sistem Informasi Biro PSP (Persidangan, Sistem informasi, dan Pengawasan Internal) tentang bagaimana melakukan pencegahan dan penanganan Malware/Ransomware WC di lingkungan Setjen Wantannas. Dalam pembukaan sharing knowledge ini, Kabag Sisfo menyampaikan himbauan kepada peserta agar melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus WC dengan melakukan : 

  1. Backup data.
  2. Update Antivirus secara berkala.
  3. Penggunaan internet dan komputer dinas hanya untuk keperluan dinas, dan pemanfaatan email situs dkn.go.id hanya untuk kepentingan dinas.

Jika menemukan virus WC segera lapor kepada Tim Sisfo untuk ditindaklanjuti dengan melokalisir virus sehingga tidak menyebar ke komputer lain. Dan berhati-hati membuka situs-situs darkweb atau membuka email yang tidak kenal siapa pengirimnya. 

Pada kesempatan ini dihadirkan Bp. Kalpin Erlangga Silaen M.Kom Anggota KKI (Komunitas Keamanan Informasi) sebagai narasumber untuk menyampaikan paparan tentang Ransomware WC. Dijelaskan bahwa sebenarnya Ransomware pertama kali ada di Amerika pada tahun 2005 dan nama asli virus ini adalah WannaCryptor. Virus ini menyebar dengan mengandalkan vulnerability (celah keamanan) dari system operasi Windows yang sebenarnya sejak awalnya sudah diprediksi dan diidentifikasi NSA (National Security Agency). Celah keamanan ini dimanfaatkan oleh Hacker untuk menyebarkan malware ke pengguna di dunia maya. Di dalam paparannya juga terdapat penanggulangan, pemulihan, dampak, dan sample virus ini jika ingin meneliti bagaimana virus ini bekerja.

Dalam menjalankan aksinya Hacker tersebut meminta sejumlah uang tebusan pada para korbannya melalui Bitcoin. Pria yang juga pernah tergabung dalam keanggotaan Desk Cyber Polhukam tersebut juga menjelaskan bahwa sulit sekali untuk melacak pelakunya mengingat permintaan tebusan diminta melalui metode Cryptocurrency.

Sebagai praktisi IT di bidang Security Analyst, Kalpin dengan komunitasnya telah melakukan analisa mengenai malware ini dengan metode Dynamic Analysis yaitu analisa dengan membiarkan virus berjalan namun setiap gerakannya dimonitor.

Di akhir paparannya, Kalpin mengatakan bahwa tidak ada Antivirus yang benar-benar hebat, yang dibutuhkan saat ini adalah lebih kepada security awareness dan insiden respon untuk setiap organisasi. Solusi yang tepat yaitu dengan menggunakan konsep PPT (People, Process dan Technology) dalam melakukan antisipasi dan pencegahan segala bentuk Malware.

Kegiatan ini ditutup oleh sesi tanya jawab dari para peserta kepada Kalpin tentang bagaimana cara pencegahan dan penanganan jika WC menyerang komputer di lingkungan Setjen Wantannas. Para peserta cukup antusias dalam mendengarkan dan memperhatikan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini ditutup pukul 16.00 WIB.

Ada beberapa langkah untuk tindakan pencegahan dari terinfeksi malware ransomare jenis wannacry,

  1. Lakukan Backup Data
  2. Update Anti-Virus
  3. Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft. Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
  4. Jangan mengaktifkan fungsi macros
  5. Non aktifkan fungsi SMB (Server Message Block) v1
  6. Block 139/445 & 3389 Ports
  7. Mengaktifkan UAC ( User Account Control )
  8. Ulangi, selalu backup file file penting di komputer anda dan di simpan backupnya ditempat lain.
Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 130
  • Kemarin 166
  • Minggu 1716
  • Bulan 5326
  • Semua 65471
Saat ini ada 120 pengunjung website