Semiloka Palangka Raya
21/04/2017
Semiloka Palangka Raya

Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) bersama dengan Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Lokakarya yang bertempat di Swiss Belhotel Danum pada tanggal 19 April 2017. Semiloka yang membahas tentang “Dampak Alih Fungsi Lahan untuk Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup” ini, dibuka secara resmi oleh Sesjen Wantannas, Letnan Jenderal TNI Nugroho Widyotomo bersama Rektor Univ. Palangka Raya, Prof. Dr. Ferdinand, MS. Acara tersebut menghadirkan Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak H. Sugianto Sabran sebagai Keynote Speech.

Dalam sambutannya Sesjen menyampaikan salah satu sektor yang menunjang pembangunan berkelanjutan adalah sektor pertanian karena sangat berperan sebagai sumber utama pangan, dan juga dapat mengentaskan kemiskinan serta menyerap tenaga kerja. Selain itu ditinjau dari pilar ekonomi, sektor pertanian dapat meningkatkan pendapatan nasional dari penerimaan ekspor, sedangkan dari pilar lingkungan, sektor pertanian mengelola sumber daya alam terutama sumber daya lahan yang diharapkan dapat meminimalisasi resiko kerusakan lingkungan secara global. Saat ini indonesia sebagai penghasil Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan produksi Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia, penyebaran paling banyak di daerah Sumatera dan Kalimantan. 

Kalimantan Tengah menempati urutan keempat setelah Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Saat ini, luas perkebunan di Kalimantan Tengah seluas lebih kurang 1.894.260,37 Ha yang didominasi oleh komoditi kelapa sawit, ada sesuatu hal yang dilematis dalam pengembangan PKS, dilihat dari sisi positifnya terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan nasional dari nilai ekspor, sementara dari sisi negatif timbulnya biaya lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini dirasa penting untuk dilaksanakan dalam rangka melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, agar pendapatan meningkat dan pelestarian lingkungan terjamin.

Selain Gubernur Kalteng dan Rektor UPR,  kegiatan Seminar Nasional dan Lokakarya kali ini dihadiri oleh Kapolda Kalteng, Danrem 102/Panju Panjung, Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Walikota Palangka Raya, Para Sahli, dan Para Deputi di lingkungan Setjen Wantannas, serta seluruh civitas akademika UPR. 

Hadir sebagai penanggap daerah Bapak Ari Rompas (Direktur Walhi Kalimantan Tengah), Prof. Salampak (Ketua Prodi Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UPR), Sabran Ahmad (Mantan Ketua Dewan Adat Dayak), Siun Jarias (Fakultas Hukum UPR), Pontas (Dinas Lingkungan Hidup), Ir. Januminro Bunsai, M.Si (Ketua Lembaga Jumpun Pambelom dan Lembaga Tane Ranu Dayak - Penerima Kalpataru tahun 2015, Penerima Kehati Award tahun 2015, Satyalencana Karya Satya tahun 2010, Satyalencana Wira Karya  Bidang Lingkungan Hidup tahun 2015) sedangkan penanggap pusat ada Bapak Dr. Bambang Setiadi, M dan Bapak Dr. AA. Oka Mahendra, S.H.

Harapan Rektor UPR pada kegiatan ini semoga dapat menghasilkan suatu terobosan dan rekomendasi yang berguna bagi ketahanan nasional yang aman dan untuk kehidupan masyarakat luas, bangsa dan Negara Indonesia tercinta. Sedangkan Gubernur berharap semoga kegiatan Semiloka ini menghasilkan hal yang bermanfaat khususnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 129
  • Kemarin 166
  • Minggu 1715
  • Bulan 5325
  • Semua 65470
Saat ini ada 119 pengunjung website