Rapat Bersama Menko Maritim, Sesjen Wantannas Laporkan Progres Pembersihan Sungai Citarum
11/05/2018
Rapat Bersama Menko Maritim, Sesjen Wantannas Laporkan Progres Pembersihan Sungai Citarum

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Mayjen TNI Doni Monardo memenuhi undangan pertemuan yang diadakan oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan di kantor Kemenko Maritim JL. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat untuk membahas masalah Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum pada Jum’at 11/05/2018.

Seperti dikutip dari laman maritim.go.id, Sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, pemerintah tancap gas untuk melakukan perbaikan ekosistem dan penindakan hukum.

“Bulan November tahun 2017, Kesdam III Siliwangi melakukan penelitian atas permintaan Menko untuk meneliti seluruh mata air. Mulai dari Situ Cisanti sampai Muara Gembong, seluruh sungai termasuk Situ Cisanti sudah ada berbagai macam logam berat hingga bakteri. Yang membahayakan adalah "Bakteri Pseudomonas Aerogonosa,” beber perwira TNI yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sesjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) itu.

Parahnya, lanjut Doni, limbah itu diduga berasal dari limbah medis yang dibuang. Keberadaan bakteri-bakteri itu ternyata tidak hanya ditemukan di Sungai Citarum namun dapat ditemukan juga di Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung.

Sementara itu menurut laporan dari tim satgas citarum, bahwa kondisi hulu hingga hilir Sungai Citarum telah tercemar logam berat dan bakteri berbahaya. Tim satgas juga melaporkan kepada Menko bahwa saat ini tim sudah bekerja dengan maksimal dan menunjukan beberapa progres kemajuan dalam pembersihan sungai Citarum.

Sementara itu dalam konfrensi pers, Menko Maritim Luhut  Pandjaitan menyatakan selain melakukan perbaikan ekosistem, Menko Maritim Luhut Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah akan menindak perusahaan yang masih membuang limbahnya ke sungai. “Tadi saya sudah telpon Jaksa Agung, bahwa kami akan menangani dengan serius, dan Pak Prasetyo (Jaksa Agung) mengatakan kita akan bikin tindakan yang tegas karena kalau dibiarkan terus korbannya makin banyak,”bebernya.

Diapun menyebutkan bahwa TNI dan Polri pun memiliki peran besar untuk melakukan pembersihan dan sosialisasi ke warga di sepanjang Sungai Citarum. Kepada mediapun, tak lupa Menko Luhut berpesan, “Saya mohon wartawan juga membantu untuk menggaungkan ini di seluruh Indonesia. Tolong, mohon maaf, berita politik disingkirkan terlebih dahulu karena ini serious matter yang harus segera kita tangani, dan ngga bisa berhenti,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir juga menceritakan keterlibatan akademisi untuk melakukan konservasi ekosistem. Upaya itu antara lain melalui KKN Tematik dan program riset lingkungan. “Ada 12 Universitas yang terlibat, dalam waktu setahun harus ada program KKN yang berkesinambungan,” jelasnya.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Doni Monardo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Doni Monardo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 142
  • Kemarin 91
  • Minggu 1187
  • Bulan 3174
  • Semua 125619
Saat ini ada 119 pengunjung website