Setjen Wantannas Lakukan Kajian Ke Brunei Darussalam
11/05/2018
Setjen Wantannas Lakukan Kajian Ke Brunei Darussalam

Perwakilan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional melakukan Kajian Luar Negeri (Kajilu) ke Brunei Darussalam untuk melakukan peninjauan secara langsung baik secara fisik melalui peninjauan kawasan/lapangan, maupun pengumpulan data ke instansi pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan informasi atau data-data yang dapat dijadikan bahan  telaahan dan laporan terkait kebijakan Brunei Darussalam di bidang Industri Petrokimia dan Ketahanan Nasional. Kajilu ke Negara Brunei Darussalam kali ini dilaksanakan sejak tanggal 8 s.d 12 Mei 2018.

Delegasi Setjen Wantannas yang berkunjung ke Brunei diwakili oleh Mayjen TNI Toto Siswanto, S.IP, M.M, Sahli Hankam Setjen Wantannas, Laksda TNI Dr. Djajeng Tirto Sahli Sosbud Setjen Wantannas, Dr. Ir. Hendri Firman Windarto, M.Eng, Sahli Iptek, Setjen Wantannas, Brigjen Pol. Drs. Iwan Hari Sugiarto Plt. Sahli Hukum Setjen Wantannas, serta Drs. Irwan Iding, M.Si Analis Kebijakan Bidang Politik Keamanan Internasional Kedeputian Jiandra.

Rombongan diterima oleh Menteri Pertahanan II (Kedua), Pehin Datu Lailaraja Mejar Jeneral (B) Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Mohd Yussof yang mengurus Jawatan kuasa Keselamatan Negara (JKN) yang didampingi Datin Hajah Elinda binti Haji C.A. Mohammad selaku timbalan pengerusi JKN beserta beberapa staf ahli JKN lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Setjen Wantannas membahas beberapa hal terkait isu sektor migas yang menjadi perhatian Indonesia saat ini.Permasalahan yang dihadapi adalah menyangkut sinergitas dan keterpaduan pembangunan industri petrokimia dengan sektor hulu migas, sistem logistik transportasi dan pelabuhan, pembangunan kompetensi SDM, serta pemanfaatan riset dan teknologi industri.

Bagi Indonesia yang tengah mempersiapkan lelang proyek industri petrokimia di Teluk Bintuni mulai Oktober 2018 yang akan datang, perlu mendapatkan masukan dan perbandingan dari sistem pengelolaan industri yang dikembangkan oleh Brunei Darussalam. Saat ini, Brunei telah memiliki Kawasan Industri Petrokimia “Sungai Liang Industrial Park” yang menghasilkan metahol 850 ribu ton per tahun, dan Kawasan Industri Terpadu Refineri dan Aromatic “Pulau Muara Besar” seluas 260 Ha. Tahap pertama, proyek mampu menghasilkan 135 ribu barrels minyak mentah dan kondesate per hari, 1,5  juta ton minyak diesel per tahun, 400 ribu ton BBM per tahun, 1,0 juta ton avtur per tahun, 1,5 juta ton naphtha cracker per tahun, 1,5 juta ton paraxylene per tahun dan 500 ribu ton benzene per tahun.

Delegasi Setjen Wantannas juga berharap melalui kegiatan Kajilu ini diharapkan dapat dilakukan penjajakan kerjasama pengkajian antara Dewan Ketahanan Nasional RI dan Komite Keamanan Nasional Brunei Darussalam terkait dengan isu ketahanan nasional, baik dibidang politik dan keamanan (isu terorisme, cyber crime, dan keamanan maritim, dll) serta isu-isu lainnya di bidang ekonomi, sosial budaya termasuk pangan, dan energi serta iptek.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Doni Monardo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Doni Monardo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 35
  • Kemarin 213
  • Minggu 248
  • Bulan 3749
  • Semua 110594
Saat ini ada 214 pengunjung website