Setjen Wantannas Lakukan Kajida Ke Provinsi Sumatra Barat
13/04/2018
Setjen Wantannas Lakukan Kajida Ke Provinsi Sumatra Barat

Kedeputian Pengembangan Setjen Wantannas melakukan kajian daerah ke Sumatera barat dari tanggal 9 s/d 13 April 2018. Disana tim kajida akan mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabupaten Solok, PT. Semen Padang di Padang, serta beberapa objek pariwisata di kota Bukitinggi. Selama kunjungan tersebut tim kajida akan menggali berbagai informasi dan permasalahan yang masih menjadi kendala terkait kondisi Ketahanan Nasional meliputi Aspek Ipoleksosbudhankam, juga terkait SDA di Sumatera Barat.

Rombongan dipimpin langsung oleh Deputi Pengembangan Marsda TNI Emir Panji Dermawan S.Sos selaku penanggungjawab, didampingi oleh Bandep Hankam Marsma TNI Uganda Irwanto, Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Militer dan Kepolisian  Kolonel inf. Joko Setyo Putro, Analis Kebijakan Bidang Mobdemob  Kolonel Lek Ir. Yufie Syafari, Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Bela Negara Kolonel Laut (KH) Dr. Dwi Ari Purwanto, M.Pd, serta Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Hukum Hulman Napitupulu, SH.

Gubernur Sumatera Barat  Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Spsi, MSc menerima langsung tim dari wantannas di kantor gubernur Sumatera Barat Jl. Jend. Sudirman No. 51, Kota Padang, Sumatera Barat. Gubernur didampingi oleh Wakapolda  Sumbar Brigjen Pol Damisnur AM, Kabinda Sumbar, Danlantamal II (diwakili), Danlanud Sutan Sjahrir Padang (diwakili), serta perwakilan dari kejaksaan dan Forkopimda Sumbar dan tokoh masyarakat setempat.

Tujuan Kajida ini adalah untuk mendapatkan informasi dilapangan, termasuk bidang panas bumi di Kab Solok untuk dikaji lebih lanjut mengingat program panas bumi ini menjadi salah satu  program Nasional, yg sdh berjalan hampir 1 tahun  namun kegiatannya blm dpt dilaksanakan, mereka baru dpt  menentukan wilayah.  Belum berhasilnya  kegiatan dilapangan  oleh Perusahaan (  PT Hitay daya energy ) disebabkan adanya penolakan sebagian masyarakat yg berada di areal panas Bumi tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengklaim setidaknya memiliki 16 titik geothermal atau panas bumi yang tersebar di sekitar enam gunung yang berada di daerah itu. Potensi geotermal itu berada hampir di seluruh daerah sumatera barat yang dilalui kawasan bukit barisan dan memiliki potensi lebih dari 1.600 MW. Namun dari semua potensi yang ada baru sebagian kecil saja dari potensi panas bumi daerah itu yang sudah digarap. Yakni di Kabupaten Solok Selatan yang dekat dengan Gunung Kerinci dikembangkan oleh PT Supreme Energi Muara Laboh dan di Kabupaten Solok dekat Gunung Talang dikembangkan oleh PT Hitay Daya Energi.

Oleh karena itu pemerintah Sumbar berharap agar tim kajida setjen wantannas bisa melaporkan potensi yang ada di daerahnya tersebut kepada Presiden agar bisa dilakukan percepatan pembangunan guna memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat Sumatera barat. Saat ini kebutuhan listrik di daerah itu dipenuhi melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berada di Maninjau, Singkarak, dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) yang banyak dikembangkan di daerah-daerah terisolir dengan memanfaatkan sungai, sementara itu kebutuhan listrik masyarakat Sumbar hanya sekitar 460 MW. Namun dari jumlah pembangkit yang ada mampu menghasilkan listrik hingga 760 MW atau surplus 300 MW yang masuk dalam grid transmisi nasional. Dan ini bisa menjadi pemasukan negara apabila dikembangkan dengan serius.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Mayjen TNI Doni Monardo
Sesjen Wantannas
Mayjen TNI Doni Monardo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 118
  • Kemarin 104
  • Minggu 1177
  • Bulan 4070
  • Semua 105389
Saat ini ada 113 pengunjung website