Setjen Wantannas Selenggarakan Rakertas 6 - 8 Februari 2018
09/02/2018
Setjen Wantannas Selenggarakan Rakertas 6 - 8 Februari 2018

Pada tanggal 6 – 8 Februari 2018, bertempat di Hotel Ciputra, Jalan Letnan Jenderal S. Parman, Tanjung Duren Utara, Grogol petamburan, Jakarta, Setjen Wantannas menyelenggarakan Rapat Kerja terbatas (Rakertas) dengan membahas beberapa topik yang dinilai strategis, diantaranya sebagai berikut : 1) Antisipasi dan Kesiapan Indonesia Menghadapi Peperangan Siber Dalam Rangka Ketahanan Nasional, 2)  Optimalisasi Realisasi Program Padat Karya Tunai Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Dalam Rangka Ketahanan Nasional, 3)  Peningkatan Nasionalisme Peserta Didik Indonesia di Luar Negeri Mendukung Program Bela Negara.


Bisyron Wahyudi dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) menyampaikan paparan pertama tentang antisipasi dan kesiapan indonesia menghadapi peperangan siber. Dari pokok persoalan dari yang telah dianalisis, maka kelompok menyusun kebijakan agar terwujudnya kesiapan indonesia yang handal dalam menghadapi peperangan siber melalui penyusunan peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait strategi nasional berkaitan perang siber, peningkatan sumber daya manusia secara kualitas dan kuantitas dalam menguasai keahlian keamanan siber dan strategi perang siber, penyusunan tata kelola infrastruktur informasi elektronik dan jaminan kelaikan sistem elektronik, dan pemetaan manajemen risiko ketahanan siber nasional dalam rangka ketahanan nasional.
 

Paparan kedua mengenai daerah optimalisasi realisasi program padat karya tunai yang disampaikan oleh Dr. Yadi Ruyadi dari Penelitian dan Pengembangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Litbang LIPI) menyampaikan bahwa padat karya tunai merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah/ pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta upah diberikan secara tunai. Padat karya tunai sama dengan pembayaran upah perhari/perminggu langsung diterima oleh pekerja sehingga meningkatkan daya beli (rata-rat perhari 80 s/d 120 ribu/hari). Dari persoalan tersebut, maka disusunlah kebijakan untuk terwujudnya optimalisasi realisasi program padat karya melalui peningkatan kemampuan SDM desa dalam membuat proposal program padat karya dan pengelolaan dana desa, penggunaan alokasi dana desa sesuai skala prioritas, optimalisasi implementasi swakelola padat karya tunai, serta sinergitas program kerja 9 kementerian dan lembaga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dalam rangka ketahanan nasional.

Jajang Yanuar Habib, SE, M.Si (Han) sebagai Editor Akurat CO menyampaikan paparan ketiga membahas tentang peningkatan nasionalisme peserta didik indonesia di luar negeri mendukung program bela negara. Pokok persoalan yang didapat adalah terabaikannya Pendidikan terkait nasionalisme selama era reformasi, minimnya pelembagaan intensif, belum adanya narasi strategis tentang peran dik luar negeri sebagai instrument kebijakan dan kepentingan nasional, dan juga kesenjangan generasi. Dari pokok persoalan tersebut, disusunlah kebijakan untuk mengarusutamakan Pendidikan terkait nasionalisme, meningkatkan pelembagaan insentif bagi alumni luar negeri, merumuskan narasi strategis pendidikan luar negeri, dan meminimalkan kesenjangan generasi.

Setelah semua kelompok menyampaikan paparannya, Sesjen Wantannas, Letjen TNI (purn) Nugroho Widyotomo memberikan ulasan terhadap setiap materi dengan maksud untuk menyempurnakan pembahasan. Kegiatan penutupan paparan Rakertas di tutup setelah sesi diskusi dan sambutan penutupan dari Sesjen Wantannas.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Doni Monardo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Doni Monardo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 142
  • Kemarin 91
  • Minggu 1187
  • Bulan 3174
  • Semua 125619
Saat ini ada 119 pengunjung website