Rakor Wantannas : Pembinaan Bela Negara Melalui Gerakan Nasional Bela Negara
08/12/2017
Rakor Wantannas : Pembinaan Bela Negara Melalui Gerakan Nasional Bela Negara

Pasal 27 ayat 3 UUD NRI menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Hal itu mempunyai makna bahwa bela negara mempunyai spektrum yang luas. Semua warga negara yang mempunyai profesi apapun mempunyai hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama dalam upaya Bela Negara. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn) Nugroho Widyotomo ketika memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Nasional, Jumat, 8 Desember 2017.

Kegiatan yang bertempat di Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas tersebut bertajuk Pembinaan Bela Negara Melalui Gerakan Nasional Bela Negara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat eselon I dan perwakilan dari K/L yang diundang khususnya K/L yang merupakan anggota Wantannas.

Masih dalam sambutannya, Sesjen Wantannas menyampaikan bahwa Bela Negara akan mendidik kader-kader dengan nilai-nilai disiplin, cinta tanah air, etos kerja, serta membangkitkan rasa kenegaraan dan kebangsaan. “Program Bela Negara pada dasarnya ditujukan agar masyarakat Indonesia mempunyai rasa nasionalisme” papar Sesjen.

Pada kesempatan tersebut, Sesjen Wantannas juga menyampaikan isu-isu mengenai Bela Negara yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dalam sudut pandang dan perspektif yang berbeda. Selain itu Sesjen menyampaikan sekelumit pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat mengenai Bela Negara. “Bela Negara bukanlah wajib militer dan militeristik. Bela Negara adalah upaya mengembangkan sikap anak negeri untuk membangun negaranya” tegas Sesjen.

Masih dalam sambutannya Sesjen mengungkapkan bahwa apapun profesi yang digeluti oleh masyarakat Indonesia merupakan bagian dari upaya Bela Negara. Sehingga hal yang keliru bila Bela Negara disebut sebagai program sesaat atau pencitraan. Para prajurit yang sedang berdinas di perbatasan atau para diaspora yang sedang berada di luar negeri termasuk bagian dari upaya Bela Negara.

Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan materi-materi pembinaan Bela Negara yaitu Konsep Pembinaan Bela Negara oleh Dr. Rima Agristina, SH, MM, Modul Utama dan Pelatihan Wisesa Bela Negara oleh Haryo B. Rachmadi, SE, M.Si(Han), dan pemaparan Konsep Sistem Informasi Bela Negara oleh Purnadi, S.Kom.

Setelah kegiatan pemaparan berlangsung, Dr.Soemantri yang bertindak sebagai moderator mempersilahkan peserta Rakor untuk menyampaikan masukan, pertanyaan atau hal-hal lainnya. Peserta Rakor cukup antusias dalam kegiatan diskusi. Mayoritas peserta Rakor mendukung upaya Pembinaan Bela Negara oleh Wantannas. Beberapa hal yang mengemuka dalam sesi diskusi antara lain perlunya Road Map Bela Negara untuk mengukur target dan capaian pelaksanaan Bela Negara, pembinaan Bela Negara dinilai sangat penting dan strategis dihadapkan pada semakin memudarnya nilai-nilai kebangsaan, diperlukan penguatan standing legal terkait dengan Bela Negara, dan program Bela Negara perlu di sesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi yang sedang berkembang, dikemas sedemikian rupa sehingga menarik dan kekinian.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Doni Monardo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Doni Monardo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 45
  • Kemarin 210
  • Minggu 442
  • Bulan 5322
  • Semua 132958
Saat ini ada 212 pengunjung website