Pokjasus dan Ramusmat Bahas Tata Kelola Limbah Industri dan Strategi Imbal Dagang dalam Akuisisi Pertahanan
04/12/2017
Pokjasus dan Ramusmat Bahas Tata Kelola Limbah Industri dan Strategi Imbal Dagang dalam Akuisisi Pertahanan

Pada tanggal 28 - 30 November 2017, Setjen Wantannas menyelenggarakan Rapat Kelompok Kerja Khusus (Pokjasus) bertempat di Kantor Setjen Wantannas, Jl. Medan Merdeka No.15 Jakarta Pusat. Terdapat 8 tema strategis yang dibahas dalam kegiatan tersebut, namun hanya 3 judul bahasan yang dipaparakan pada forum Rapat Perumusan Materi (Ramusmat). Kegiatan Ramusmat dipimpin oleh Deputi Pengembangan, Marsma TNI Emir Pandji Dermawan, S.Sos dengan moderator Deputi Sistem Nasional Mayjen TNI Aris Martono Haryadi.

Paparan pertama berjudul Reformasi Tata Kelola Limbah Industri Berbasis Lingkungan dan Kesehatan Dalam Rangka Ketahanan Nasional di paparkan oleh Ir. Asikin Chalifah. Mengawali paparannya Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BPKPP) DIY tersebut mengungkapkan bahwa meskipun setor industri memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun di sisi lain menimbulkan efek negatif bagi kelestarian lingkungan yaitu terkait limbah industri. Akar persoalan yang di sampaikan antara lain belum optimalnya pembinaan dan pengawasan dalam pengelolaan limbah industri serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolaan limbah industri.

Selanjutnya Prof. AA Banyu Perwita, Ph.D menyampaikan pemaparan mengenai Antisipasi Menghadapi Kebijakan Maritim Australia (Austalia’s Maritime Identification System/AMIS) Guna Menjaga Kedaulatan Indonesia dalam rangka Ketahanan Nasional. Akademisi dari Universitas Presiden tersebut mengulas bahwa konsep AMIS yang merupakan kebijakan pertahanan Australia tersebut memiliki jangkauan surveillance yg berjarak lebih dari 1.000 mil laut dari bibir pantai daratan Australia. Masih menurutnya kurangnya kemampuan efek pangkalan masih menjadi pokok persoalan, dimana meskipun tergolong sebagai negara kepulauan, buku putih yang diterbitkan dalam kurun waktu ini masih cenderung mengabaikan aspek keaman maritime seperti pengamanan ZEE, pulau terluar, dan SLOC. Ulasan dalam buku putih masih belum menjabarkan bagaimana kekuatan maritim dan udara akan dibangun.

Pemaparan terakhir berjudul Strategi Imbal Dagang Dalam Akuisisi Pertahanan Guna Mendorong Transfer Teknologi Alutsista disampaikan oleh Andilea Abdul Rahman Azzqy, S.Kom, M.Si(Han). Akademisi dari Universitas Budi Luhur tersebut menyampaikan latar belakang bahwa imbal dagang Sukhoi dengan komoditas perkebunan menuai pro kontra, meskipun positif bagi ketersediaan anggaran. Selanjutnya masih banyak kalangan belum memahami mekanisme imbal dagang meskipun pemerintah telah memiliki berbagai regulasi. Disamping itu kesuksesan praktik ofset pertahanan memerlukan keahlian teknis seperti manajemen proyek dan perencanaan strategis, hukum dan perikatan hingga diplomasi dan negosiasi. Menurutnya salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyelenggarakan knowledge sharing mengenai imbal dagang dalam akuisisi pertahanan dengan target BUMN dan BUMS Pertahanan serta sektor yang potensial menyediakan produk imbal beli komoditas sipil, Lembaga Pendidikan tinggi dan Litbang, Media, dan segenap K/L yang terkait.

Setjen Wantannas
Ketua Wantannas
Ir. H. Joko Widodo
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Sesjen Wantannas
Letjen TNI Nugroho Widyotomo
Statistik Pengunjung

  • Hari ini 80
  • Kemarin 108
  • Minggu 317
  • Bulan 1804
  • Semua 80526
Saat ini ada 115 pengunjung website